Jumat, 29 Juli 2011

Pramuka Masih Relevan

KRISTIANSTAD, KOMPAS.com - Kepramukaan tetap masih relevan bagi generasi masa kini. Pendidikan pramuka bagi anak-anak muda merupakan peluang untuk membekali kehidupan mereka di masa depan, terutama dalam membawa pesan perdamaian bagi dunia.

Pramuka memberikan petualangan dalam hidup anak-anak muda. Membantu mereka melihat bagaimana seharusnya memandang dunia.
-- Simon Rhee

"Pramuka memberikan petualangan dalam hidup anak-anak muda. Membantu mereka melihat bagaimana seharusnya memandang dunia. Semangat kepramukaan membawa anak-anak muda dunia dapat membuat perubahan dengan mememgang pesan perdamaian. Sebab, Pramuka itu lintas dunia dan budaya, namun tetap memiliki rasa persaudaraan," kata Simon Rhee, Ketua Komite Pramuka Dunia dalam pembukaan Jambore Pramuka Dunia di Bumi Perkemahan Rinkaby, Kristianstad, Rabu malam atau Kamis (29/7) dinihari waktu Indonesia.

Kegiatan Pramuka haruslah merupakan kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan di luar ruangan, termasuk berkemah, merupakan kesempatan yang luar biasa bagi anak-anak muda untuk belajar beragam keterampilan hidup yang luar biasa.

Kegiatan Pramuka seharusnya penuh dengan petualangan yang merangsang minat anak-anak muda. Namun, yang terutama anggota Pramuka dari seluruh dunia diajak untuk bersama-sama menjalin pertemanan lintas batas untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dan damai bagi semua orang.

Acara pembukaan Jambore Pramuka Dunia yang tercatat dihadiri hampir 40.000 peserta dan undangan berlangsung meriah. Meskipun Bumi Perkemhana Rinkaby sempat diguyur hujan seharian, semangat peserta untuk memulai jambore pramuka dunia tidak surut.

Dari Indonesia, hadir antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar.

Azrul Azwar meyakini pendidikan Pramuka juga tetap relevan dan penting bagi anak-anak muda Indonesia. Untuk itu, pendidikan Pramuka mesti dikembalikan kepada arti yang sebenarnya yakni sebagai pendidkan nilai-nilai dan kecakapan hidup. (Ester Lince Napitupulu, wartawati KOMPAS melaporkan dari Kristianstad, Swedia)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys