Minggu, 01 Mei 2011

Guru Diminta Kuasai Ilmu Pramuka Tingkat Dasar



REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Para guru di Sekolah Dasar (SD) diminta menguasai ilmu kepramukaan minimal untuk tingkat dasar agar bisa sejak awal memberikan pembinaan kemandirian bagi anak didik. Kenyataannya sebagian besar guru SD justru belum memiliki kemampuan kepramukaan dasar, kata Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta (UBH) Dra Susi Herawati M.Pd pada pembukaan Pelatihan Kepramukaan Dasar Mahasiswa Pendidikan Gurus Sekolah Dasar (PGSD) UBH di Padang, Rabu (16/2).

Padahal, tambahnya, sebagai guru kelas, mereka (para guru SD) tidak hanya bertugas sebagai guru mata pelajaran namun juga sebagai pembina kepramukaan untuk tingkat dasar. Akibat kondisi seperti itu, menurut dia, pendidikan kemandirian yang biasanya diajarkan lewat pendidikan kepramukaan di sekolah tidak bisa dilakukan secara optimal bagi peserta didik sejak dini.

Sementara itu, pendidikan kepramukaan di perguruan tinggi belum dapat dilakukan karena pada fakultas keguruan yang mendidik calon guru tak memiliki mata kuliah khusus pendidikan kepramukaan bagi mahasiswa. Sedangkan di lapangan banyak tuntutan dari sekolah yang mengisyaratkan kepemilikan sertifikasi pembina kepramukaan bagi guru mereka, khususnya di tingkat SD sesuai ketentuan kwartir cabang (Kwarcab) Pramuka, katanya.

Menurut dia, di tingkat pendidikan tinggi pendidikan kepramukaan hanya diajarkan melalui kegiatan ekstrakurikuler Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), sehingga apabila calon guru tidak secara aktif mengikuti kegiatan itu, maka dipastikan tidak akan memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup sebagai pembina pramuka bagi muridnya nanti.

Dalam mengatasi masalah ini, maka Fakultas Keguruan harus secara aktif menyelenggarakan diklat-diklat khusus pendidikan kepramukaan bagi mahasiswanya, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan, tambahnya. Dengan ilmu didapat melalui diklat-diklat tersebut, diharapkan saat para calon guru itu terjun sebagai tenaga pendidik, mereka telah memiliki kompetensi yang cukup saat diharuskan menjadi pembina pramuka di sekolah, kata Susi.

Untuk itu, tambahnya, fakultas keguruan juga harus memfasilitasi mahasiswa mereka untuk mengikuti diklat pendidikan kepramukaan diluar jam kuliah karena sulit untuk menambah mata kuliah kepramukaan. Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelatihan Kepramukaan Dasar Mahasiswa Pendidikan Gurus Sekolah Dasar (PGSD) UBH, Richard Hamdani mengatakan, pelatihan itu diikuti 165 orang peserta dan berlangsung selama empat hari.

Satu hari kegiatan dilaksanakan di kampus UBH dan tiga hari di Bumi Perkemahan Padang Besi. Ia menjelaskan, pelatihan ini diberikan tidak hanya bagi mahasiswa UBH sebagai calon guru SD, namun juga beberapa guru SD, sebab selama ini banyak guru yang sudah lama mengajar tapi tidak mempunyai kemampuan menjadi pembina pramuka.

Dalam pelatihan yang dilakukan ini, selain diberikan pengetahuan dasar kepramukaaan juga nilai-nilai yang diajarkan lewat kegiatan itu, tambahnya.

sumber: republika.co.id

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys