Minggu, 26 Februari 2012

Ir. Syahrasaddin M.Si Kakwarda Jambi

Terpilih Secara Aklamasi

 JAMBI - Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka Jambi tahun 2012, telah memilih secara aklamasi Kakak Ir. Syahrasaddin, M.Si (Sekdaprov Jambi), sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kakwarda) Gerakan Pramuka Jambi masa bakti 2012-2017, di hotel Golden Harvest, Kota Jambi tanggal 21 hingga 24 Februari 2012. Beliau menggantikan Kakwarda Jambi masa bakti 2007-2012 Kak Drs. AM Firdaus, M.Si.

 Saat penutupan Musda, Sekda menyampaikan, Gerakan Pramuka adalah salah satu organisasi pendidikan dalam pembentukan karakter bangsa yang saat ini Pramuka dihadapkan dengan berbagai tantangan. Diantaranya meningkatnya jumlah putus sekolah dan pengangguran, karena tidak memiliki ketrampilan. Meningkatnya jumlah kaum muda sebagai pengguna narkoba, kaum muda yang melakukan hubungan seksual tidak sehat dan aborsi. Selain itu ada juga kaum muda yang terlibat perkelahian, tawuran, tindakan kekerasan dan kriminal.

 Kemudian, menurunnya rasa hormat kaum muda kepada yang tua, karena yang tua tidak lagi menyayangi yang muda, sedangkan yang muda sesungguhnya adalah produk yang tua, dan semestinyalah yang tua memberikan contoh dan mengajari yang muda, kurangnya solidaritas sosial, semangat gotong royong sudah hilang, serta menurunnya semangat bela negara. Semangat bela negara harus terus dikobarkan, salah satunya melalui wadah Kepramukaan ini, dan diharapkan Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi masalah kaum muda.

 Menurut Sekda untuk menghadapi tantangan tersebut, tidak mungkin Kakwarda melakukannya sendiri. Untuk itu, Sekda mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka bersinergi dan berkesinambungan serta senantiasa menggalang dan memperkuat organisasi, manajemen dan kepemimpinan, mempererat dan merapatkan barisan anggota pramuka, merancang dan membangun Gugusdepan lengkap berbasis sekolah dan wilayah.

 Selanjutnya Kakwarda Jambi terpilih menyampaikan, mantapkan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, mengedepankan program peserta didik, mengaktualisasikan dan memperkokoh kemitraan, serta menanamkan niat dan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. 

 Sementara itu Kak AM Firdaus selaku Kakwarda Jambi masa bakti 2007-2012 dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kak Lamin Surawan Wakakwarda Bidang Binawasa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus Kwarda masa bakti 2007-2012 yang telah berupaya dengan kesungguhan hati selama menjalankan roda pengurus yang lalu sesuai dengan yang diamanatkan dalam Musdalub tahun 2009, dan mengucapkan selamat kepada Kakwarda yang baru untuk lebih baik dalam memajukan Gerakan Pramuka di Provinsi Jambi di masa yang akan datang dan selamat bekerja.

 Sesuai dengan amanah Musyawarah Daerah, Kakwarda terpilih dalam membentuk kepengurusan nantinya akan dibantu/didampingi oleh anggota tim formatur yang terdiri dari Ka Biro Kesramas (Unsur Mabida), Kak Yevi Rivaldi (Kwarda Demisioner), Kak M. Saman. K (Kwarcab Sarolangun), Kak Tarmizi HR (Kwarcab Kerinci), Kak Sudarmanto (Kwarcab Muarojambi), dan Kak Hermanto (Kwarcab Kota Jambi). (absar)

Jumat, 03 Februari 2012

Presiden SBY Semat Lencana Tunas Kencana Kepada Raja Swedia

Jakarta (31/1) Presiden RI, DR. Susilo Bambang Yudhoyono, selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka menganugerahkan Lencana Tunas Kencana, yaitu penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka kepada kepada Raja Swedia, Yang Mulia Carl XVI Gustaf selaku Ketua Kehormatan World Scout Foundation Penyematan Lencana Tunas Kencana kepada Raja Swedia, Yang Mulia Carl XVI Gustaf dilaksanakan tanggal 31 Januari 2012 bertempat di Istana Negara Jakarta. Penghargaan yang serupa pernah disampaikan kepada mantan PM. Malaysia, Yang Amat Berhormat (Y.A.B) Datok Seri Abdullah Ahmad Badawi pada tanggal 22 Februari 2007 bertempat di Birawa Assembly Hall, Kompleks Bidakara, Jakarta. Pada tanggal tersebut bertepatan pula dengan Hari Baden-Powell (Bapak Pandu Sedunia). Lencana Tunas Kencana adalah Tanda Penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka yang pernah diberikan kepada tokoh-tokoh Gerakan Pramuka diantaranya kepada Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Presiden RI Pertama, Soekarno dan Presiden Soeharto yang berjasa dalam memberikan bimbingan, dukungan, dan bantuan yang amat besar artinya bagi perkembangan Gerakan Pramuka. Terakhir Lencana Tunas Kencana disematkan kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007. Raja Swedia Yang Mulia Carl XVI Gustaf berkunjung ke Indonesia tanggal 30 Januari hingga 2 Februari untuk meninjau aktivitas kepramukaan dan membantu program Messengers of Peace (Duta Perdamaian). Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kehormatan World Scout Foundation, Yang Mulia memberikan dana US$ 500.000 untuk program tersebut. Sejak kanak-kanak, Yang Mulia memang aktif di Organisasi Pramuka Swedia. Mulai 2001, Yang Mulia Carl XVI Gustaf bersama Raja Saudi Arabia, Yang Mulia HM Abdullah menggulirkan gagasan yang disebut Messenger of Peace (Duta Perdamaian). Program kedua raja ini menginspirasi 10 juta anggota pramuka di 110 negara untuk menciptakan dunia yang lebih damai. Selain itu membantu memecahkan hambatan di dalam masyarakat yang heterogen dan menyembuhkan luka yang terjadi di dalam komunitas. Selasa pagi (31/1) Yang Mulia Carl XVI Gustaf melakukan serangkaian kegiatan, yaitu Ziarah Kenegaraan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Kemudian Yang Mulia ke Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur untuk menyaksikan pergelaran aktivitas adik-adik pramuka dan menyerahkan bantuan US$ 500.000. Pada sore hari ini, Yang Mulia melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus menerima Lencana Tunas Kencana. Hari Rabu (1/2) hingga Kamis pagi (2/2), Raja Swedia mengunjungi DI Yogyakarta untuk meninjau aktivitas Messenger of Peace di provinsi ini. Selain Yogyakarta, program Duta Perdamaian untuk anggota pramuka ini berlangsung di tujuh provinsi, yaitu 1.Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta dengan program kebersihan Sungai Ciliwung 2.Kwarda Gerakan Pramuka Banten dengan program berkebun tanaman hias bagi Pramuka 3.Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah dengan program menanam pohon mangrove/bakau untuk kehidupan 4.Kwarda Gerakan Pramuka D.I. Yogyakarta dengan program menjaga kelestarian budaya tradisional Yogyakarta dengan Sanggar Pramuka 5.Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur dengan program menanam terumbu karang (Pramuka Jawa Timur Peduli Lingkungan Laut) 6.Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat dengan program berkreasi dengan kerajinan bamboo 7.Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat dengan program belajar membordir untuk peningkatan tarap hidup Indonesia merupakan negara yang terbanyak melakukan program ini. Hal ini terkait dengan jumlah anggota pramuka di Tanah Air yang mencapai 21 juta, terbanyak di dunia. Lewat program ini, Gerakan Pramuka berencana melibatkan 2 juta anggotanya sebagai “Messenger of Peace” (Duta Perdamaian). “Sejak berdiri 50 tahun lalu, Gerakan Pramuka telah berperan dalam pembangunan nasional dan terlibat dalam membantu masyarakat yang terkena bencana alam,” kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H. Memang, anggota pramuka ikut serta dalam program pembangunan masyarakat desa. Mulai dari yang fisik hingga penyuluhan oleh Satuan Karya Pramuka Bakti Husada, Saka Kencana, Saka Taruna Bumi dan lainnya. Ketika terjadi krisis moneter tahun 1997, Kwartir Nasional membentuk Satuan Tugas Pramuka Peduli. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan kementrian lain melibatkan anggota pramuka dalam program pemberdayaan masyarakat. Kepedulian lain ditunjukkan pada saat terjadi bencana alam yang melanda berbagai daerah. Beberapa hari setelah gempa dan tsunami melanda Nanggroe Aceh Darussalam (Desember 2004), Gerakan Pramuka menerjunkan 300 anggotanya untuk mengevakuasi jenazah dan mengelola lokasi pengungsian. Selama dua bulan mereka berada di sana. Setahun kemudian Kwartir Nasional mengadakan Community Development Camp di Aceh yang diikuti 3000 pramuka dari seluruh Indonesia. Di Yogyakarta terbentuk komunitas anggota pramuka yang selalu membantu warga ketika terjadi letusan Gunung Merapi. Satuan Tugas Pramuka Peduli atau Brigade Penolong juga terdapat di beberapa kwartir daerah. Pada Kwartir Nasional periode 2008-2013, mulai ada Wakil Ketua Kwartir Nasional bidang Pengabdian masyarakat dan Siaga Bencana. “Kerja dari kaum muda ini luar biasa, Gerakan Pramuka telah mengadakan kegiatan yang membuat kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik,” kata John Geoghegan, Direktur World Scout Foundation. Menurut John, Raja Swedia terkesan dengan perkembangan Gerakan Pramuka Indonesia dan memotivasinya berkunjung ke Indonesia. Kali ini, Yang Mulia membantu Program “Messengers of Peace” dan memperkuat kapasitas organisasi untuk menciptakan hari esok yang lebih baik.. Untuk informasi lebih lanjut, tersedia di laman (website) www.pramuka.or.id; www.scoutmessengers.org and www.worldscoutfoundation.o rg;

Kamis, 22 Desember 2011

Kejati Periksa Mantan dan Bendahara Pramuka

Rabu, 21 /12/ 2011 11:32

JAMBI – Penyidik bagian Intelijen Kejaksaan Tinggi (kejati) Jambi, memeriksa enam orang bendahara dan mantan bendahara Kwarda Pramuka Provinsi Jambi. Mereka dimintai keterangan terkait laporan dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan di Kwarda Pramuka yang beberapa bulan ini hangat diberitakan.

Dari informasi yang didapat, diantaranya adalah Sapdinal, bedahara Kwarda Pramuka Provinsi Jambi, Wardiah, bendara Kwarda Pramuka Provinsi Jambi periode 1996–2001. Dua orang lainnya adalah Ridwan dan Landrianto. Sapdinal sendiri sekitar pukul 12.30 WIB, tampak keluar dari ruang penyidik, ia langsung masuk ke dalam mobil yang datang menjemputnya. Tidak berapa lama, sekitar pukul 15.30 WIB, Sepdinal kembali datang menuju ruang penyidik.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Sepdinal yang merupakan Karo SDA Setda Provinsi Jambi ini, keluar dan meninggalkan gedung kejaksaan. Hanya saja, ia enggan berkomentar terkait pemeriksaan terhadap dirinya, bahkan ia mengelah mengaku dirinya diperiksa.

“Bukan, hanya koordinasi ada yang mau beli motor,” kata Sapdinal, sambil berlalu ketika ditanya terkait pemeriksaan terhadap dirinya. Namun Kasi Penkum Kejati Jambi, Andi Ashari, membenarkan ada yang dimintai keterangan terkait pengolaan dana pramuka yang saat ini masih dalam tahap pengumpulan data. “Ya, hari ini (kemarin, red) memang ada yang dimintai keterangannya terkait kasus dana Pramuka,” kata Andi. Andi mengatakan, mereka dimintai keterangan seputar pengelolaan dana di Kwarda Pramuka. “Materi soal pengelolaan dana Pramuka, juga ada permintaan data,” tandas Andi. (Reporter:Sahrial)

metrojambi.com

Minggu, 16 Oktober 2011

WALIKOTA BUKA RAIMUNA CABANG KOTA JAMBI 2011


Walikota Jambi dr.H.R Bambang Priyanto, yang juga merupakan Ketua Majelis Pembimbing Cabang Kota Jambi (KAMABICAB) dalam gerakan Pramuka di Kota Jambi, bertindak langsung sebagai Pembina Upacara dalam Pembukaan RAIMUNA Cabang Kota Jambi Tahun 2011. Tampak hadir dalam acara yang berlangsung di Bumi Perkemahan Pusdiklatcab Kota Jambi (Cadika), pada Jumat (14/10), yakni Ketua Kwartir Cabang Kota Jambi Asnawi A.B serta para pengurus gerakan Pramuka di Kwartir Cabang Kota Jambi.
Adapun peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan yang mengambil tema "Dengan raimuna Cabang Kota Jambi kita kobarkan semangat kreatifitas, kepedulian dan kemandirian Pramuka Penegak dan Pandega Kota Jambi", yakni merupakan Pramuka Penegak dan Pandega yang berasal dari Kwartir Ranting yang berada pada jajaran Kwartir Cabang Kota Jambi, dengan jumlah peserta 211 orang putra dan putri. Pada tahun ini, kontingen Pasar Jambi tidak mengirimkan peserta.
ImageDalam sambutannya, Walikota Jambi menegaskan gerakan Pramuka yang merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda Indonesia dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda itu sendiri. Ditambah lagi dengan telah terbitnya Undang - undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang gerakan Pramuka, diharapkan agar dapat semakin memperkokoh eksistensi gerakan Pramuka, tentu saja upaya dalam meningkatkan pembinaan dan pengembangan gerakan Pramuka.
Ada empat pesan penting yang disampaikan dalam sambutannya kepada para peserta RAIMUNA, yakni yang pertama, Jadikan kegiatan ini sebagai ajang persaudaraan dan membentuk manusia yang berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur. Yang kedua, galang rasa persatuan dan kesatuan sesama anggota Pramuka, tingkatkan ketrampilan dalam setiap kegiatan, sehingga seusai mengikuti kegiatan ini ada manfaat yang dirasakan.
Yang ketiga, Walikota berpesan, kegiatan raimuna cabang akan berlanjut ke raimuna daerah Jambi di Bulan Desember 2011 dan raimuna Nasional pada Juni 2012 di Timika Papua, kepada Kwartir Cabang Kota Jambi diminta agar dapat dipersiapkan dengan sebaik - baiknya. Dan yang terakhir, para peserta harus bisa menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan dan menjaga keseimbangan lingkungan dengan baik.

SUMBER: KPDE KOTA JAMBI, JUMAT 14 OKTOBER 2011

Minggu, 02 Oktober 2011

HBA: Pramuka Menjembatani Pengaruh Budaya Asing

Kamis, 29 /09/ 2011 21:20

Hasan Basri Agus. (F:Anton)

Hasan Basri Agus. (F:Anton)

JAMBI- Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jambi menegaskan, bahwa Pramuka mampu menjembatani masuknya pengaruh budaya asing di. Indonesia terutama di kalangan generasi muda. Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi Pembina Upacara pada puncak peringatan Hari Pramuka ke-50 di Provinsi Jambi, Kamis (29/09) di lapangan kantor gubernur.

Gubernur berharap kepada gerakan Pramuka untuk dapat terus berkiprah di Jambi. “Harapan saya Pramuka semakin jaya dan semakin berkiprah dalam rangka menjembatani masuknya pengaruh asing terhadap negeri kita ini, terutama terhadap anak-anak muda,” jelasnya.

Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus yang juga Kamabida Pramuka, saat HUT Pramuka yang berlangsung, kemarin.(F:Anton)

Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus yang juga Kamabida Pramuka, saat HUT Pramuka yang berlangsung, kemarin.(F:Anton)

Dijelaskannya, bahwa Pramuka memiliki banyak manfaat yang dapat dipetik anggotanya, diantaranya adalah kemandirian. “Dalam Pramuka anak-anak diajarkan untuk mengatur diri. Oleh sebab itu kita harapakan Kwarda Jambi ke depan mampu memposisikan dirinya di dunia Kepramukaan”jelasnya.

Selain itu, gubernur merasa optimis, bahwa gerakan Pramuka Jambi mampu melaksanakan even Perkemahan Putri Tingkat Nasional pada November 2012 mendatang. Sedianya, peringatan Hari Pramuka ke 50 tahun ini, jatuh pada 14 Agustus 2011. Tetapi berhubung pada tanggal tersebut bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa 1432 H, maka pelaksanaannya dilakukan pada 29 September 2011. (eon)

sumber: metrojambi.com


Minggu, 28 Agustus 2011

Pramuka Harus Menarik Bagi Semua Kalangan

Selasa, 23 Agustus 2011, 15:30 WIB

Medan: Staf Ahli Menpora Bidang Revitalisasi Gerakan Pramuka Amran Razak, hari Rabu (23/8) siang membuka secara resmi kegiatan workshop penguatan kelembagaan Kwarnas, Kwarda, Kwarcab dan Kwarran bertempat di hotel Semarak Medan, Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Amran mengatakan, hakikat dari revitalisasi Gerakan Pramuka adalah menjadikan pramuka itu menarik bagi semua kalangan, terutama bagi anak-anak muda, "Pramuka itu harus seksi dan trendy sehingga disenangi oleh kuwala muda", jelas Amran. Disamping itu diharapkan agar Pramuka dapat sebagai alat pemersatu bangsa, karena di dalam Pramuka tidak membedakan seseorang berdasarkan golongan, kelompok maupun partai. Hanya satu Pramuka untuk satu Merah Putih, lanjut Amran.

Workshop ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri perwakilan Kwarnas, Kwarda seluruh Indonesia, Kwarcab se-Sumatera Utara dan Kwaran terpilih di Sumatera Utara, dan berlangsung sampai tanggal 26 Agustus 2011.

Sebelumnya Amarukso Katamsi wakil ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bidang Organisasi menandaskan, revitalisasi Gerakan Pramuka pada hakekatnya adalah revitalisasi gugus depan, sehingga kwartir Gerakan Pramuka yang berperan melayani gugus depan diharapkan dapat melaksanakan perannya dengan baik berdasarkan Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka. Untuk ituworkshop ini dilaksanakan, pungkas Amarukso.

Ditempat terpisah Zulkifli Akbar Asisten Deputi Kepanduan selaku penanggungjawab kegiatan menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan menghasilkan rumusan yang dapat digunakan sebagai bahan penguatan kelembagaan Pramuka, mulai dari tingkat Kwarnas sampai ke tingkat Gugus Depan.

Hadir pada acara pembukaan workshop ini Jonni Mardizal Asisten Deputi Kepemimpinan Pemuda, Ketua Harian Kakwarda Sumatera Utara dan beberapa fungsionaris Kwarda Sumatera Utara. (jmz)


sumber: Kak Ha Te Admin Jurnal Jambore

Jumat, 05 Agustus 2011

Pramuka Indonesia Usul Solusi Perubahan

KRISTIANSTAD, KOMPAS.com - Persoalan perubahan iklim yang mengancam dunia saat ini, diperkenalkan kepada anggota Pramuka muda yang ikut dalam Jambore Pramuka Dunia di Bumi Perkemhan Rinkaby, Kristianstad, Swedia.

Pengenalan isu soal perubahan iklim di kalangan peserta Pramuka berusia 14-17 tahun, misalnya dikemas dalam forum jambore yang digagas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Bahkan, pendapat dan masukan dari anak-anak muda anggota Pramuka yang dalam forum ini diikuti 69 negara, dinyatakan akan dibawa sebagai masukan pada pelaksanaan Conference on Climate Change (COP17) di Afrika Selatan pada tahun ini.

Perwakilan dari Indonesia yakni Muhammad Rifai Anugerah dari Sulawesi Selatan dan Fanny Marsella Maharani Yudris dari Jawa Tengah, mampu memasukkan Indonesia sebagai salah satu negara yang programnya dalam mengatasi perubahan iklim didukung banyak negara lain.

Tim Indonesia bersama negara-negara berkembang lainnya, mengusulkan untuk menjaga kelestarian alam untuk menghadapi perubahan iklim. Usul ini mendapat dukungan kedua terbanyak untuk solusi mengatasi perubahan iklim dalam konferensi iklim dunia nanti.

Solusi ini sangat menekankan kerja sama internasional untuk mempertahankan hutan yang ada, dan menciptakan banyak hutan baru tanpa merusak lingkungan. Untuk itu, gerakan menanam pohon mesti dilakukan secara serius oleh banyak pihak di seluruh dunia.

"Forum diskusi dan tukar pendapat seperti ini, membuat anggota Pramuka jadi tahu persoalan dunia. Saya merasa bangga suara anggota Pramuka muda dari berbagai negara, termasuk Indonesia, didengar dan akan dibawa ke forum dunia yang dibahas ornag-orang penting," kata Fanny.

Selan itu, dukungan tim Indonesia atas usul Amerika Serikat yang menyatakan perlunya pendidikan soal lingkungan hidup secara lebih lanjut bagi anak-anak muda, juga mendapat dukungan ketiga terbanyak. Dengan sosialasi yang internsif termasuk dengan memanfaatkan jejaring sosial, kegiatan Pramuka diyakini dapat mendorong anak-anak muda untuk mau ambil bagian dalam melindungi lingkungan hidup.

Brata T Hardjosubroto, Ketua Kontingen Pramuka Indonesia untuk Jambore Pramuka Dunia, mengatakan, kepedulian terhadap persoalan lingkungan hidup juga menjadi salah satu perhatian gerkan prmauka di Indonesia.

"Tentu saja kami bangga anggota Pramuka Indonesia mampu memberikan usulan, dan mendukung usulan yang akan dibawa ke forum lingkungan hidup dunia, dalam mengatasi masalah perubahan iklim yang menjadi ancaman dunia saat ini," kata Brata.

sumber: kompas.com

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys