Minggu, 24 Juli 2011

Dasar Bendera Pusaka Pesan dari Jepang


SHUTTERSTOCK

BENGKULU, KOMPAS.com — Putri Presiden pertama RI Sukmawati Soekarno menyatakan, bahan dasar pembuatan Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dipesan melalui tentara Jepang.

"Di awal kemerdekaan Bapak (Soekarno) sudah pesan beberapa gulungan kain dasar warna merah dan putih kepada tentara Jepang, ketika bahan dasar itu didapat, barulah Ibu (Fatmawati) yang ditugaskan untuk menjahitnya," terangnya dalam penutupan acara "Merajut Nusantara" di Kota Bengkulu, Sabtu (23/7/2011).

Ia mengisahkan, saat itu ibu Fatmawati dalam keadaan mengandung Guntur Soekarno Putra. Ibu Fatmawati sesekali terisak dalam tangis sambil menjahit bendera Merah Putih karena ia tidak percaya Indonesia akhirnya merdeka dan mempunyai bendera serta kedaulatan sendiri.

"Menjahit bendera pusaka, bendera pertama Indonesia adalah takdir dari ibu saya (Fatmawati) dan ia adalah putri dari Provinsi Bengkulu," tambahnya.

Dilanjutkannya, di awal kemerdekaan, Presiden Soekarno memang telah menyiapkan bendera untuk Indonesia yang bahan dasarnya ia pesan pada tentara Jepang, tentu saja tanpa sepengetahuan penjajah jika bahan dasar kain berwarna merah dan putih itu digunakan untuk membuat sebuah bendera bagi bangsa yang sedang dijajah Jepang.

Ia juga mengatakan, pada saat bendera pusaka dikibarkan di istana yang menandakan Indonesia merdeka, Ibu Fatmawati berurai air mata karena ia menyadari sesuatu yang mustahil telah diraih oleh bangsa Indonesia, yakni kemerdekaan.

Di akhir kalimatnya, ia mengatakan, sejarah Bengkulu dekat dengan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Event "Merajut Nusantara" merupakan pergelaran menjahit duplikat bendera pusaka Merah Putih dalam rangka napak tilas perjuangan Ibu Fatmawati, yang merupakan tokoh sejarah kunci kemerdekaan Indonesia.

Ibu Fatmawati merupakan putri asli Bengkulu yang menjadi istri Soekarno pada saat kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu sejarah mencatat, Ibu Fatmawati yang menjahit bendera pusaka Merah Putih pertama ketika Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Sabtu, 23 Juli 2011

Nainggolan: Kasus Pramuka Masih Pelajari Dokumen

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi terus melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan penyimpangan dana Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka.

Setelah status kasusnya naik menjadi penyelidikan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi BD Nainggolan mengatakan pihaknya tengah mempelajari dokumen, dan data-data terkait pemasukan dan pengeluaran dana dari kas Kwarda Pramuka.

"Kita sedang pelajari dokumennya, datanya baru saja diserahkan setelah beberapa kali kita memintanya," ujar Nainggolan, Kamis (21/7).

Ddata yang dimiliki kejati ialah dari inspektorat yang melakukan pemeriksaan penggunaan dana selama tiga tahun yaitu dari tahun 2009 -2011.

"Data itu belum lengkap karena datanya baru selama tiga tahun, padahal kita memeriksa sejak awal, sejak tahun 2000," kata Nainggolan.

"Kita masih memeriksanya karena selama 10 tahun tentunya banyak bukti pengeluaran yang harus dicari, pemeriksaan sejak 10 tahun itu tentunya harus lebih teliti," katanya.

Kajati menggaransi kasus ini akan terus berlanjut penanganannya. Karena kasus dugaan penyalahgunaan dana Pramuka ini termasuk 20 kasus yang tengah diselidiki, dari 78 kasus yang dalam proses penyelidikan kejati dan kejari-kejari di Jambi.

Sabtu, 16 Juli 2011

Penyidik Dalami Tindak Pidana Dana Pramuka

Sabtu, 16 /07/ 2011 11:51

JAMBI – Penyidik Intelijen Kejati Jambi mulai mendalami perbuatan tindak pidana kasus dugaan penyelewengan dana Kwarda Pramuka Provinsi Jambi. Hal ini dikatakan Asisten Intelijen Kejati Jambi Andi M Iqbal kemarin. Menurut dia, setelah meningkatkan status puldata ke penyelidikan, saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut.

Sejumlah data yang diterima penyidik kini ditelusuri tindak pidananya. Dikatakan Andi M Iqbal, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan kasus dugaan penyelewengan dana kwarda pramuka. “Masih kita dalami indikasi tindak pidananya. Saat ini penyidik masih mendalami data-data dari Kwarda Pramuka,” ujarnya.

Berkaitan kasus ini penyidik sudah memeriksa AM Firdaus, mantan Sekda Provinsi Jambi yang menjabat sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jambi. Selain itu penyidik juga sudah memeriksa bendahara Kwarda yang dijabat Sepdinal, dan sejumlah pejabat di lingkungan inspektorat dan staf Kwarda Pramuka Provinsi Jambi.

Sekadar diketahui, hasil pemeriksaan Inspektorat Jambi menemukan penyimpangan dana ini mencapai Rp 3,2 miliar lebih. Sekitar Rp 2 miliar lebih diketahui berupa pengeluaran dana yang tidak jelas. Pramuka di Provinsi Jambi adalah Pramuka Mandiri yang bisa menghidupi organisasinya sendiri. Ini karena organisasi kepanduan tersebut ternyata punya areal kebun sawit yang menghasilkan dana tidak sedikit. Kebun sawit yang berada di Dusun Mudo, Tungkal Ulu, Tanjab Barat, luasnya mencapai 400 hektare dengan pendapatan paling sedikit Rp 300 juta setiap bulannya. Kebun ini dikelola oleh PT Inti Indosawit Subur (IIS). (ndt)

sumber: metrojambi.com

Rabu, 06 Juli 2011

Kasus Pramuka Terindikasi Pidana

Mantan Sekda Provinsi Jambi AM Firdaus ketika keluar dari Kejati Jambi.(F:Dok)

Mantan Sekda Provinsi Jambi AM Firdaus ketika keluar dari Kejati Jambi.(F:Dok)

JAMBI – Penyidik Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi meningkatkan penanganan kasus dugaan penyimpangan dana Kwarda Pramuka Provinsi Jambi dari pengumpulan data (puldata) ke penyelidikan. Pasalnya, berdasar hasil pengumpulan data yang dilakukan, penyidik menemukan ada indikasi melawan hukum.

Hal ini dikatakan Asisten Intelijen Kejati Jambi Andi M Iqbal Arief, ditemui di gedung Kejati Jambi, kemarin.Dikatakannya, dari hasil ekspose yang telah dilakukan, penyidik menemukan ada indikasi perbuatan melawan hukum. “Penanganannya akan dilanjutkan, nanti di penyelidikan akan didalami lagi indikasi dugaan melawan hukum,” kata Andi Ikbal, kemarin. Sementara itu, penasehat hukum Kwarda Pramuka Jambi, Pahrin Siregar, menyatakan menghormati keputusan kejaksaan meningkatkan penanganan kasus dana Kwarda Pramuka. “Kami menghormatinya, dan kami akan mengikuti proses selanjutnya,” ujarnya tadi malam.

Namun, Pahrin yakin dalam kasus dana Kwarda Pramuka tidak ada unsur tindak pidana korupsi. “Sejauh ini kami telah mempelajari berkas dan dokumen yang ada, dan saya yakin dalam kasus ini tidak ada pidana korupsi,” ujarnya. Ia mempertanyakan, perbuatan hukum yang mana yang dimaksudkan kejaksaan. “Keyakinan kami tidak ada korupsi di sini. Namun, jika bukan kasus korupsi, pihak kejaksaan tidak berwenang menangani kasus ini,” jelasnya.

Sebelum kasus ini ditingkatkan ke penyelidikan, penyidik Kejati Jambi telah memeriksa sejumlah pengurus Kwarda Pramuka, antara lain AM Firdaus, mantan Sekda Provinsi Jambi yang menjabat Ketua Kwarda Pramuka Jambi. Dan bendahara kwarda Sepdinal. Serta sejumlah pejabat di lingkungan inspektorat dan staf Kwarda Pramuka Provinsi Jambi. bahkan, memeriksa pihak kehuatanan, untuk mengetahui asal usul kebun tersebut.

Kemudian, Kepala Biro Aset dan Kepala Biro Keuangan juga dipanggil untuk memberikan keterangan terkait kasus ini. Kasus itu bermula dari pelaporan LSM Sembilan yang menyatakan adanya dugaan kebocoran dana Pramuka atas hasil pengelolan kebun sawit milik Pemprov yang sudah dihibahkan ke Kwarda Pramuka. Dari audit mereka, diduga dari awal panen kebocoran mencapai Rp 162 miliar lebih. Namun, Inspektorat hanya memeriksa dua tahun terakhir yakni 2009 dan 2010. Diungkapkan Inspektorat kebocoran sebesar Rp 3 miliar. (ria)

sumber: metrojambi.com

Minggu, 03 Juli 2011

SBY: Anggaran Pramuka Masuk APBD



PALEMBANG- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan para kepala daerah dan menteri terkait, untuk memasukkan anggaran kegiatan pramuka ke dalam APBD dan APBN.

"Kwartir Nasional hendaknya terus merevitalisasi Gerakan Pramuka, serta memberikan dukungan dan fasilitas bagi pembentukan, perluasan gugusdepan berbasis komunitas di seluruh Indonesia. Pramuka juga menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional bagi kaum muda," kata Presiden, saat membuka Jambore Nasional IX di Bumi Perkemahan Danau Teluk Gelam, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, Sabtu (02/07) sore.

Presiden meminta kegiatan Pramuka mengedepankan prinsip dan metode kepramukaan universal. Caranya, memperkokoh peran program pramuka sebagai bagian sistem pendidikan nasional bagi kaum muda, yang dapat mencetak bibit unggul pemimpin masa depan bangsa.

Gerakan Pramuka harus dijadikan pelindung kaum muda dari berbagai ancaman, seperti aksi kekerasan, radikalisme, terorisme, hingga penyalahgunaan narkoba. "Mari kita berikan perhatian besar pada peningkatan tata kelola, manajemen, serta pengadaan, dan penyelenggaraan para pelatih dan pembina Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia." kata Presiden.

Presiden menyatakan mendukung gagasan pembentukan Unit Penelitian dan Pengembangan (UPP) Gerakan Pramuka. Apalagi rencana itu ditujukan untuk mengkaji metode dan kurikulum pembelajaran dan keterampilan di kwartir seluruh Indonesia.

"Kepada kepala daerah, saya beri arahan agar melakukan pembinaan yang berencana dan berkesinambungan di daerah masing-masing. Berikan alokasi dana yang cukup dari APBD untuk pendidikan, pembinaan, kegiatan, dan operasional organisasi gerakan pramuka," ujar Presiden SBY.

Presiden juga minta para pelaku bisnis agar memberikan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaannya untuk kegiatan Pramuka. "Semua kalangan hendaknya memberikan dukungan. Kegiatan Pramuka ini sangat baik untuk membentuk generasi muda, generasi penerus bangsa," kata Presiden SBY.

sumber: jambi ekspres

SBY: Revitalisasi Pramuka Berbasis Komunitas

Jadilah Remaja yang Aktif dan Kreatif


OKI, Sumatera Selatan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpesan kepada para pramuka penggalang agar menjadi remaja yang aktif, kreatif, dan energik. Hal ini penting karena mereka merupakan pemegang tongkat estafet di masa datang.
"Jauhi kegiatan yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan. Ajak rekan-rekan kalian mengisi kegiatan dari waktu luang di luar jam sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat, yang dapat dijadikan bekal pada saat dewasa kelak," kata Presiden SBY.dalam sambutan pembukaan Jambore Nasional IX, Sabtu (2/7) sore, di Bumi Perkemahan Danau Telukgelam, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Sebelumnya, Presiden berpesan kepada Pramuka Penggalang agar menjadikan Jambore Nasional (Jamnas) sebagai sarana belajar, berkaya, dan membangun semangat persatuan sebagai sesama anak bangsa. "Manfaatkanlah Jambore Nasional untuk menjalin persahabatan dan kebersamaan diantara kalian," ujar Presiden. 

Gerakan pramuka, lanjut SBY, memiliki banyak kegiatan yang bermanfaat apalagi saat ini gerakan pramuka telah disesuaikan dengan kemajuan zaman.

Kepala Negara juga berpesan untuk menanamkan kebanggaan sebagai anak Indonesia. "Belajarlah dengan tekun dan rajin, tingkatkan ketaatan beribadah disertai kegiatan olah jiwa dan olahh raga. Hormati orang tua dan guru-guru kalian, pererat persahabatan dan keakraban dengan rekan-rekan kalian," kata SBY.

Revitalisasi Pramuka Berbasis Komunitas


Kwartir Nasional Pramuka hendaknya terus merevitalisasi Gerakan Pramuka serta memberikan dukungan dan fasilitas bagi pembentukan, perluasan gugus depan berbasis komunitas di seluruh Indonesia. Pramuka juga menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional bagi kaum muda.

"Kedepankan prinsip dan metode kepramukaan universal. Perkokoh peran program pramuka sebagai bagian sistem pendidikan nasional bagi kaum muda yang dapat mencetak bibit unggul pemimpin masa depan bangsa," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain sambutannya saat membuka Jambore Nasional IX di Bumi Perkemahan Danau Telukgelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (2/7) sore.

Gerakan Pramuka, tambah Kepala Negara, harus dijadikan sebagai pelindung kaum muda dari bebagai ancaman, seperti aksi kekerasan, radikalisme, terorisme, serta penyalahgunaan narkoba. "Berikan perhatian besar pada peningkatan tata kelola, manajemen, serta pengadaan dan penyelenggaraan para pelatih dan pembina Gerakan Pramuka," kata Presiden SBY.

Presiden menyambut baik gagasan dibentuknya unit penelitian dan pengembangan untuk mengkaji metode dan kurikulum pembelajaran dan keterampilan di Kwartir seluruh tanah air. Kepada menteri terkait, SBY berpesan agar dapat memberikan dukungan pada pengembangan kepramukaan.

Kepada kepala daerah, SBY memberikan arahan agar melakukan pembinaan yang berencana dan berkesinmbangungan di daerah masing-masing. "Berikan alokasi dana yang cukup dari APBD untuk pendidikan, pembinaan, kegiatan, dan operasional organisasi gerakan pramuka," SBY menjelaskan.

Presiden juga berpesan agar Gerakan Pramuka mengajak dan mendorong kalangan bisnis untuk mengembangkan gerakan pramuka melalui program Corporate Social Responsibility. (dit)

Sabtu, 02 Juli 2011

Pembukaan Jambore Nasional IX Pramuka di OKI


OKI, Sumatera Selatan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, membuka Jambore Nasional IX, di Bumi Perkemahan Danau Telukgelam, Kabupaten Ogan Komring Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (2/7) pukul 15.30 WIB. Presiden, selaku pembina upacara, membuka jambore pramuka ini dengan menekan sirine dan pengalungan tanda peserta jambore kepada perwakilan pramuka penggalang. Dalam kesempatan ini Presiden SBY juga menandatangani Sampul Peringatan Seri Jambore Nasional IX tahun 2011.

Jambore Nasional (Jamnas) merupakan perkemahan besar bagi anggota pramuka Penggalang yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Jamnas menjadi wahana pendidikan yang strategis untuk mengembangkan wawasan, memupuk jiwa persatuan dan kesatuan serta latihan kepemimpinan.

Jamnas 2011 diikuti 18 ribu pramuka dari 33 provinsi se-Indonesia. Ada pula peserta dari Malaysia dan Singapura sebanyak 100 orang. Jamnas bertemakan 'Bersatu Teguh Menuju Indonesia Gemilang'.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengatakan, tujuan Jamnas kali ini untuk meningkatkan kemandirian, kepemimpinan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang. Mereka juga diharapkan memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengalaman kode kehormatan Pramuka, yaitu Tri Satya dan Dasa Darma.

"Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, terbinanya tali persaudaraan dan ikut serta membangun jati diri bangsa," kata Azrul Azwar dalam laporannya.

Sementara itu, Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, berbaurnya pramuka Penggalang dari seluruh tanah ai merupakan wujud nyata dari Bhineka Tunggal Ika. Tema Jamnas 2011 juga memiliki makna yang amat dalam. "Bersatu teguh menjadi pendorong tekad bagi anak-anak sekalian untuk lebih bersatu padu menggelorakan semangat dan siap berjuang menunjukan Indonesia yang gemilang," ujar Kepala Negara.

Masa depan Indonesia terletak di tangan pemuda seperti mereka. "Karena itu tanamkan tema itu dalam dada kalian, jadilah generasi muda bangsa, pelopor dan pembaru masa depan. Songsong masa depan Indonesia Raya yang gilang gemilang," Presiden SBY mengingatkan.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dalam sambutannya yakin banyak dampak positif dari pertemuan akbar Pramuka Penggalang kali ini. "Di sini generasi muda akan mengasah potensi spiritual, sosial, intelektual, dan fisik melalui berbagai kegiatan agar ke depan mereka bisa menjadi sosok yang berkarakter, patriot, dan cinta tanah air, serta mempunyai keterampilan dan kemandirian yang membuat mereka siap ketika mesti terjun ke masyarakat," ujar Alex Noerdin.

Usai membuka Jambore Nasional IX, Presiden SBY yang juga merupakan Ketua Mejelis Pemimpin Nasional Pramuka meninjau lokasi perkemahan Jamnas 2011 yang berjarak 2,5 km dari lokasi upacara.

Turut mendampingi Kepala Negara dalam acara ini, antara lain, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Menpora Andi Alifian Mallarangeng.(dit)

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys