Selasa, 26 Oktober 2010

Salam Pramuka, Tepuk Pramuka

Menpora Andi Mallarangeng didampingi Seskemenpora Wafid Muharam (kanan) dan Deputi Menpora Alfitra Salam melakukan Tepuk Pramuka dalam rapat paripurna DPR-RI di gedung MPR/DPD/DPR-RI Senayan, hari Selasa (26/10) siang. (foto: saiful/kemenpora.go.id)

Menpora Andi Mallarangeng didampingi Seskemenpora Wafid Muharam (kanan) dan Deputi Menpora Alfitra Salam melakukan Tepuk Pramuka dalam rapat paripurna DPR-RI di gedung MPR/DPD/DPR-RI Senayan, hari Selasa (26/10) siang. (foto: saiful/kemenpora.go.id)

Jakarta: Suasana rapat paripurna di Gedung Nusantara II, DPR RI untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Gerakan Pramuka menjadi Undang- Undang, hari Selasa (26/10) pagi terlihat menarik. Sebab dalam sidang paripurna tersebut para anggota DPR yang hadir sempat melakukan dua kali Tepuk Pramuka ketika Menpora Andi Mallarangeng membuka pidatonya dengan mengatakan "Salam Pramuka", dan ketika Ketua DPR RI, Marzukie Alie selesai mengetuk palu sebagai tanda disahkan menjadi UU.


Spontan Tepuk Pramuka yang dilakukan para anggota DPR tersebut disambut meriah oleh beberapa staf kementerian dan anggota DPR yang hadir. "Sebagai bentuk penghormatan terhadap Pramuka. Mari kita sambut pengesahan Undang-Undang Gerakan Pramuka ini dengan Tepuk Pramuka. Saya sendiri sudah lama tidak melakukan Tepuk Pramuka," kata Marzuki Alie sambil melakukan tepuk pramuka.


Menpora Andi Mallarangeng terlihat begitu senang melihat Tepuk Pramuka yang dilakukan anggota dewan. "Saya benar-benar bahagia, hari ini menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Pramuka Indonesia, karena anggota dewan ikut melakukan Tepuk Pramuka," kata Menpora. (amr)

(sumber: kemenpora)

RUU Gerakan Pramuka Resmi Disahkan Jadi Undang-Undang

Menpora Andi Mallarangeng menyalami pimpinan DPR-RI usai pengesahan UU Gerakan Pramuka dalam rapat paripurna DPR-RI di gedung MPR/DPD/DPR-RI Senayan, hari Selasa (26/10) siang. (foto: saiful/kemenpora.go.id)

Menpora Andi Mallarangeng menyalami pimpinan DPR-RI usai pengesahan UU Gerakan Pramuka dalam rapat paripurna DPR-RI di gedung MPR/DPD/DPR-RI Senayan, hari Selasa (26/10) siang. (foto: saiful/kemenpora.go.id)

Jakarta: Setelah melalui proses cukup panjang, akhirnya tiba juga hari yang membahagiakan bagi Pramuka, setelah Selasa (26/10) pagi, Ketua DPR-RI Marzuki Alie dalam rapat paripurna di Gedung MPR/DPR/DPD-RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Gerakan Pramuka menjadi Undang-Undang. Hadir dalam rapat paripurna DPR-RI ini Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam serta hampir semua deputi dan asdep di lingkungan Kemenpora.


Rapat paripurna yang dipimpin langsung Marzukie Alie ini berjalan cukup lancar dan tergolong cepat. Setelah Ketua Komisi X Prof. Machyudin membacakan RUU Gerakan Pramuka, seluruh anggota DPR-RI dari masing-masing fraksi langsung menyetujui agar RUU Gerakan Pramuka segera disahkan menjadi UU. Tanpa waktu panjang, Marzukie langsung mengetuk palu sebagai tanda RUU Gerakan Pramuka telah disahkan menjadi Undang-Undang. "Alhmadulillah, rapat paripurna untuk mengesahkan RUU Gerakan Pramuka ini tidak terlalu panjang, dan semuanya sudah sepakat," kata Marzukie.


Setelah disahkan, Menpora langsung dipersilahkan memberi tanggapan akhir, mewakili pemerintah. Dalam sambutanya, Menpora mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah mendukung penuh untuk terbentuknya Undang-Undang Gerakan Pramuka ini. "Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras ikut dalam proses terbentuknya UU Gerakan Pramuka. Jika ada salah atau kekeliruan selama proses terbentuknya UU ini, maka kami Kemenpora juga mengucapkan minta maaf," kata Menpora


"Dengan telah disahkannya UU Gerakan Pramuka ini, maka Pramuka di Indonesia akan memiliki payung hukum dan lebih bergairah dalam melakukan semua kegiatanya. Pramuka selama ini telah memberikan kontribusi yang cukup penting dalam perjuangan negeri ini. Dengan disahkannya Undang-Undang Gerakan Pramuka ini, maka akan menjadi pijakan penting untuk melakukan gerakan revitalisasi Pramuka sesuai yang dinginkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pramuka Indonesia harus bisa menjadi bagian penting dari pramuka dunia," tambahnya. (amr)

(sumber: kemenpora)


Jumat, 15 Oktober 2010

Pramuka, Quo Vadis

Pramuka, Quo Vadis: "- Sent using Google Toolbar"

Jumat, 24 September 2010

KAKWARDA JAMBI: PERLUNYA MENJAGA KONSISTENSI GERAKAN PRAMUKA


Pemberian Penghargaan Gerakan Pramuka kepada Anggota Dewasa

Jambi (21/09), Sampai kapan pun, negara Indonesia akan tetap membutuhkan warga negara yang cinta pada tanah air, bangsa, dan negara. Salah satu upaya untuk memupuk rasa cinta tanah air, bangsa, dan negara serta menumbuhkan jiwa bela negara bagi generasi muda dilakukan melalui Gelar dan Parade Senja, penurunan bendera oleh para anggota Pramuka yang biasanya dilakukan setiap tanggal 17 sore sampai senja tiap bulannya. Namun, untuk September 2010, Gelar dan Parade Senja di Kota Jambi dilaksanakan pada Selasa (21/9), dipadukan dengan acara Halal bi Halal serta bersamaan dengan pelaksanaan Hari Pramuka ke-49 tingkat Kota Jambi.

Perpaduan tiga kegiatan yang bertempat di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi ini mengandung arti yang strategis dan dapat mengefisienkan waktu, tenaga, dan biaya.

Sekda Provinsi Jambi, Drs. A.M. Firdaus, M.Si selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi dan bertindak sebagai pembina upacara dalam sambutannya menghimbau untuk tetap menjaga konsistensi Gerakan Pramuka dalam upaya yang terus-menerus memupuk silaturahmi, rasa cinta tanah air, bangsa, dan negara, khususnya bagi anggota muda Gerakan Pramuka.

Usai sambutan yang disampaikan Sekda Provinsi Jambi, dilakukan pemberian penghargaan Gerakan Pramuka berupa Lencana Melati dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka kepada Kak Abdullah Sarie, S.Pd, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Jambi (Ka Pusdiklatcab), selain itu juga diberikan Lencana Darma Bhakti kepada Andalan Cabang Kota Jambi dan Andalan Daerah, Lencana Karya Bakti kepada beberapa orang Staf Kwarcab Kota Jambi dan Staf Kwarda Jambi, dan Lencana Pancawarsa dari Kwartir Daerah Jambi kepada Mabicab (a.l. Ka. Dinas Pendidikan Kota Jambi, Ka. Inspektorat Kota Jambi), Mabiran (Camat Jambi Timur, Ka. UPTD Pendidikan Jambi Timur), Andalan Daerah, Cabang, dan Ranting serta Pelatih Pembina dan Pembina Gugusdepan dalam jajaran Kwartir Cabang Kota Jambi, yaitu terdiri dari Pancawarsa I (9 orang), Pancawarsa II (11 orang), Pancawarsa III (12 orang), Pancawarsa IV (7 orang), Pancawarsa V (7 orang), yang disematkan oleh Drs. A.M. Firdaus, M.Si (Ka.Kwarda Jambi).

Pada kesempatan tersebut diberitahukan bahwa Sekda Provinsi Jambi, Drs. A.M. Firdaus, M.Si selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi dianugerahkan Lencana Melati oleh Presiden, SBY, pada 14 Agustus 2010 di Cibubur.

Sebelum penurunan bendera, ditampilkan atraksi Pramuka Peduli Lingkungan dengan slogan Satu Gerakan Selamatkan Lingkungan dari Pramuka Penggalang yang berpangkalan di SMP Negeri 18 Kota Jambi dan atraksi drum band dari MAN Model Kota Jambi dan SMP Negeri 2 Kota Jambi.(absar)

Kamis, 16 September 2010

Kwarnas Berharap Panja Pramuka DPR Selesaikan UU Usai Studi Banding

Rabu, 15/09/2010 18:27 WIB

Nurvita Indarini - detikNews

Jakarta - Panja Pramuka DPR sedang studi banding ke luar negeri. Kegiatan ini mendapat banyak sorotan. Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka berharap setelah Panja DPR menyelesaikan studi bandingnya, UU Pramuka bisa segera dibereskan.

"Silakan saja, itu bagian dari pekerjaan dia. Menurut saya sih baik saja belajar. Yang penting bagaimana paham dan bisa mengesahkan (UU)," ujar Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Prof Dr dr Azrul Azwar kepada detikcom, Rabu (15/9/2010).

Kata dia, jika Panja Pramuka DPR menganggap pengetahuannya tentang seluk beluk kepramukaan masih kurang dan ingin belajar, maka studi komparasi bisa dilakukan. "Kalau untuk perbaiki ya silakan," imbuhnya.

Soal negara tujuan studi banding, itu kewenangan DPR untuk memilih. Asal tujuannya baik, menurut Azrul, hal itu tidak masalah.

Dia menambahkan, kegiatan Pramuka itu standar. Semua kegiatan kepanduan dasarnya adalah dari Baden-Powell. Pada intinya Pramuka itu mengajarkan perbuatan baik setiap hari, seperti rela dan ikhlas menolong orang sekitar.

Yang menyedihkan adalah anak-anak sekadar memakai baju Pramuka tanpa dikenalkan dengan bagaimana seorang Pramuka itu. Padahal dalam Pramuka diajarkan nilai-nilai hidup.

"Dengan Pramuka ada kesibukan sehingga tidak ada waktu berpikir macam-macam, tidak terjebak dengan narkoba, bisa berlatih kepemimpinan. Pramuka tulen itu tegas dan santun," imbuh Azrul.

Azrul yakin, kegiatan komparasi seperti yang dilakukan Panja Kepramukaan pasti ada manfaatnya. "Kalau mereka anggap itu perlu untuk bikin RUU ya nggak apa-apa. Layak saja," lanjutnya.

UU ini penting, mengingat selama ini dasar hukum Pramuka hanyalah Keppres. Padahal di banyak negara seperti Bangladesh, India, Afrika Selatan sudah memiliki UU Pramuka.

"Mereka sudah punya UU semua. Ini penting agar Pramuka sebagai organisasi pendidikan, bukan organisasi kepemudaan diakui oleh UU. Kenapa diatur UU? Karena peranan besar dalam pembentukan karakter, jadi perlu pengaturan," sambung Azrul.

(vit/mok)

DPR Anggap Pramuka Indonesia Stagnan dan Terpinggirkan


Kamis, 16/09/2010 18:26 WIB
DPR Anggap Pramuka Indonesia Stagnan dan Terpinggirkan
Laurencius Simanjuntak - detikNews

Jakarta - Studi banding anggota DPR ke Afsel, Korsel dan Jepang dalam rangka studi banding penyusunan RUU Pramuka mendapat hujan kritik dari publik. Apa sebenarnya hal penting dari RUU Pramuka sehingga para legislator itu harus terbang ke tiga negara?

Wakil Ketua DPR Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat yang membawahi Komisi VIII, IX, X, Taufik Kurniawan, menjelaskan, studi banding penting untuk mengembangkan Pramuka di Indonesia yang mulai terpinggirkan.

"Secara umum kita lihat adek-adek Pramuka, terjadi stagnasi dan Pramuka terpinggirkan," kata Taufik dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (16/9/2010).

Ia mencontohkan, bagaimana dengung HUT Pramuka setiap 14 Agustus tidak lagi terdengar seperti dulu. "Sekarang seperti tanpa makna. Padahal dulu Pramuka itu terhormat," kata Taufik yang mengaku aktif dalam kepramukaan selama sekolah.

"Anak-anak saya yang di SMP saja sekarang tanya Pramuka itu apa," imbuh Sekjen PAN ini.

Padahal, kata Taufik, Pramuka penting bagi perkembangan mental budi pekerti dan menumbuhkan semangat nasionalisme para generasi bangsa.

"Di Pramuka juga diajarkan menumbuhkan simpati dan empati membantu masyarakat. Anak sekarang kan tahunya internet dan game online," kata dia.

Taufik mengatakan, dipilihnya Afsel Korsel dan Jepang karena tiga negara tersebut mewakili tingkat perkembangan organisasi kepramukaan yang berbeda.

"Afsel termasuk yang kurang maju, sedangkan Korsel dan Jepang termasuk yang kompetitif dan maju. Jadi kita kumpulkan data kolektif dari semuanya untuk pembanding," kata dia.

(lrn/ape)

Rabu, 15 September 2010

detikNews : Pram: Dibanding ke Afsel, Lebih Tepat ke Inggris atau Kanada

"Rabu, 15/09/2010 16:10 WIB
Studi Banding Pramuka

Lia Harahap - detikNews
Jakarta - Banyak yang bertanya-tanya, apa alasan anggota Panja Komisi X memilih Afsel sebagai lokasi studi banding Pramuka. Padahal organisasi Pramuka di negara itu tidak lebih baik jika dibandingkan dengan Indonesia.

'Jawabannya simpel, karena kebetulan ada undangan dari mereka. Dan saat itu saya juga pernah menerima delegasi dari Afrika Selatan, dan waktu itu mereka menyampaikan bahwa Pramuka di Afsel sedang berkembang,' ujar Wakil Ketua DPR, Pramono Anung di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

Namun Pram sapaan akrab Pramono, kurang setuju dengan pemilihan Afrika Selatan sebagai salah satu negara studi banding. Pram lebih setuju jika Inggris, Amerika atau Kanada. Di tiga negera itu, menurut Pram, Pramukanya sudah sangat maju.

'Saya melihat akan lebih tepat kalau perginya ke Inggris, Amerika atau Kanada. Negara ini kan Pramukanya maju,' jelas Pram.

Untuk negara Kanada, ternyata anggota Dewan telah mengajukan permohonan untuk melakukan studi banding. Tapi permintaan itu ditolak.

'Sebenernya mereka sudah minta ke Kanada tetapi negara yang bersangkutan tidak menerima, karena memang tidak semua negara bersedia untuk menerima kunjungan dari negara lain dalam rangka melakukan pendalaman terhadap soal persoalan yang ada,' jelas politisi PDIP ini.

(lia/mok)

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys