Rabu, 01 September 2010

Pelatih Pramuka Harus Distandarisasi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingnya pembaruan sistem kepramukaan di Indonesia sekarang ini. Yaitu, sistem kepramukaan yang harus menarik dan menyenangkan. Akan tetapi, juga harus menantang dalam arti sehat, terarah dan teratur. Sebab, sasarannya adalah pembentukan watak dan budi pekerti luhur.

Sistem kepramukaan juga harus meningkatkan standar kompetensi yang ingin dicapai oleh peserta didik melalui berbagai kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan oleh gugus depan.

"Oleh sebab itu, saya berharap aspek ketenagaan, yaitu para pembina, instruktur dan pelatih dapat distandarisasi melalui sertifikasi, registrasi dan lisensi," ungkap Presiden Yudhoyono, saat memberi sambutan di acara ulang tahun ke-49 Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) di Lapangan Gajahmada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Sabtu (14/8).

Dalam acara itu, hadir Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan sejumlah menteri lainnya, Gubernur DKI Fazui Bowo dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Asrul Aswar.

Menurut Presiden, upaya standarisasi pembina, instruktur dan pelatih Pramuka, semuanya itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan peran penting gerakan Pramuka dalam membina tunas-tunas harapan bangsa.

Gerakan Pramuka sesungguhnya memiliki perana penting, dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter. Peran itu antara lain, selain mencetak generasi muda sebagai generasi pembangunan, juga menjadi salah satu instrumen penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis, tambah Presiden.

Dikatakan Kepala Negara, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional Pramuka itu, Pramuka juga harus menjadi ajang berkarya bagi generasi muda yang kreatif, berkepribadian, tangguh dan berbudi luhur serta berdisiplin. Pramuka menjadi sarana pembelajaran bagi persaudaraan, pertemanan, dan kerukunan bagi sesama warga bangsa.

Untuk mencapai hal itu, para pimpin gerakan Pramuka di semua lapisan, patut mendengarkan kritik masyara at agar geraskan Pramukan dapat bisa lebih maju lagi. "Lakukan inovasi dan pembaruan, agar metodologi dan kegiatan kepramukaan semakin tepat dan sesuai dengan perkembangan zaman," lanjut Presiden.

Sejak didirikan 14 Agustus 1961, kata Presiden gerakan pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman dan menjadi wadah tempat mendidik, membina dan mengembangkan karakter dan jati diri bangsa kita yang unggul dan mulia. (sumber Kompas.com)

Pramuka Mampu Satukan Semua Komponen Pemuda

Selasa, 31 Agustus 2010, 13:58 WIB

Jakarta: Bermunculannya organisasi pemuda perlu dibarengi dengan adanya organisasi yang dapat menyatukan para anggota organisasi pemuda tersebut. Gerakan Pramuka dinilai dapat menjadi perekat untuk menyatukan semua komponen pemuda dari berbagai organisasi pemuda, komunitas, sekolah dan lainnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menilai, saat ini sudah banyak bermunculan organisasi pemuda maupun remaja dengan berbagai macam basis. Hal tersebut akibat perkembangan proses demokrasi di Indonesia yang memudahkan setiap kelompok membentuk organisasi ataupun partai.

"Cukup banyak organisasi pemuda baik yang berkaitan dengan partai politik maupun tidak. Yang dibutuhkan saat ini adalah organisasi pemuda yang menyatukan semua komponen pemuda," ujarnya saat menerima laporan Deputi Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda Sudradjat Rasid mengenai pembahasan Rancangan Undang Undang Gerakan Pramuka di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Selasa (31/8) siang.

Menpora menilai, perlu ada perekat yang menyatukan antar anggota organisasi kepemudaan yang ada. Gerakan Pramuka dapat menjadi perekat tersebut. Menurutnya, dalam revitalisasi Gerakan Pramuka akan diupayakan setiap organisasi pemuda dapat membentuk organisasi kepramukaan yang berafiliasi langsung ke kwartir daerah setempat. Dengan demikian, setiap anggota organisasi pemuda dapat disatukan dalam Gerakan Pramuka. Namun, lanjutnya, Pramuka tidak akan menghilangkan keanggotaan dari organisasinya masing-masing.

"Tapi, Pramuka tidak boleh di bawah partai atau organisasi pemuda pada partai tertentu," tambahnya. Sebelumnya, Menpora berkali-kali menegaskan pentingnya merevitalisasi Gerakan Pramuka agar menjadi lebih populer. Gerakan Pramuka diharapkan dapat menciptakan kegiatan yang lebih inovatif agar lebih bisa dinikmati kaum muda, juga dengan tampilan yang lebih menarik. Sementara, untuk merevitalisasi Gerakan Pramuka dibutuhkan Undang-Undang. Saat ini UU Gerakan Pramuka masih dalam bentuk rancangan yang masih dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat.

Selain Sudradjat Rasid, ikut dalam pertemuan tersebut antara lain, Asisten Deputi Pengembangan Fasilitator Kepemimpinan Pemuda Zulkifli Akbar dan Asisten Deputi Pendidikan Kepemudaan pada Deputi Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda Erlangga Masdiana.(mal)

Senin, 30 Agustus 2010

Dana BOS untuk Gerakan Pramuka Jabar

Jumat, 27 Agustus 2010, 10:56 WIB

Bandung: Di tengah ramainya masalah pengalihan dana BOS dari pemerintah pusat ke daerah, Wakil Gubernur Jawa Barat selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka membuat pernyataan yang mendukung adanya kebijakan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pramuka. Ia juga mendukung upaya pemerintah yang akan memasukkan gerakan pramuka dalam kurikulum pelajaran.

"Saat ini masih ekstrakurikuler, tapi ke depannya mungkin bisa saja ada BOS pramuka dan pramuka masuk dalam kurikulum, namun itu bukan kebijakan kami," kata Wagub Jabar, Dede Yusuf, di Bandung."Tapi kita mendorong supaya BOS pramuka itu bisa digunakan untuk gerakan pramuka atau menggunakan iuran dari dan untuk anggota sendiri," katanya.

Dede menyatakan, anggaran untuk pramuka tahun 2011 akan ditambah hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, pramuka mendapat alokasi Rp 3 miliar. "Tahun depan akan ditambah mungkin dua kali lipat dari tahun sekarang," katanya.

Menurut dia, kebijakan untuk menambah anggaran pramuka sudah sesuai dengan instruksi presiden saat memperingati Hari Pramuka beberapa waktu lalu. "Presiden sudah menginstruksikan untuk membantu sungguh-sungguh pramuka karena pramuka merupakan bagian organisasi yang dapat hibah dari pemerintah," kata Dede.

Dia menambahkan, pihaknya juga mengimbau kabupaten/kota di Jabar untuk meningkatkan alokasi APBD masing-masing untuk pramuka sebagai wahana pendidikan dan pencerdasan generasi.


sumber : kompas.com

Rabu, 11 Agustus 2010

Senin, 02 Agustus 2010

Berlangsung Lancar, Raker dengan Komisi X Bahas RUU Kepramukaan

Menpora Andi Mallarangeng dan Menhuk dan HAM Patrialis Akbar mengikuti raker dengan Komisi X DPR-RI yang memabahas RUU Kepramukaan hari Senin (26/7) siang, di gedung DPR-RI. (foto:bagus/kemenpora.go.id)
Jakarta: Rapat kerja pertama pandangan pemerintah dengan Komisi X DPR-RI di ruang rapat Komisi X yang membahas Rancangan Undang-undang Kepramukaan 1 hari Senin (26/7) siang berlangsung lancar. Seluruh anggota DPR Komisi X langsung setuju terhadap pandangan RUU Kepramukaan itu. Dalam rapat kerja ini pemerintah diwakili Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Pendidikan Nasional.
Menpora Andi Mallarangeng dalam rapat kerja ini mengatakan, RUU Kepramukaan ini cukup tepat untuk membentuk karakter yang unggul bagi generasi muda bangsa. Makanya semua sepakat bahwa Gerakan Pramuka adalah salah satu wahana utama bagi pembentukan karakter yang unggul. Bahkan pembangunan karakter tidak hanya dilakukan dalam ruang kelas semata, melainkan juga harus dilakukan di luar ruang seperti kegiatan Pramuka, jelas Andi.
"Gerakan Pramuka menawarkan kesempatan bagi kaum muda Indonesia untuk membentuk diri menjadi manusia Indonesia yang bertaqwa, beriman, sehat, cerdas, kuat, memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme, serta peduli dan mandiri. Jadi, Pramuka bisa menjadi tempat menempa ketrampilan dan pengetahuan untuk membina semangat kebersamaan," tambahnya.
Yang menjadi persoalan sekarang, menurut Menpora, adalah bagaimana menjadikan Gerakan Pramuka sebagai pilihan utama bagi generasi muda dalam mengaktulisasikan dirinya di tengah banyaknya pilihan-pilihan yang lain, baik itu positif maupun negatif. "Karena itu solusi yang terbaik adalah menyukseskan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Revitalisasi Gerakan Pramuka dimaksudkan untuk terselenggaranya pendidikan kepramukaan yang berkualitas, dan mewujudkan kaum muda dengan karakter yang kuat untuk menjasdi calon pemimpin bangsa," tambah Menpora.
Rapat kerja yang dipimpin Hakam Naja dari Komisi X DPR ini juga dihadiri Menkumham Patrialis Akbar beserta jajaran stafnya. Mendiknas M. Nuh yang berhalangan hadir diwakili para stafnya, sedangkan Menpora Andi mallarangeng didampingi beberapa staf antara lain Sekertaris Kemenpora Wafid Muharam, Deputi I Sakhyan Asmara, Deputi III Sudrajat Rasyid dan Staf Ahli Bidang Strategi Pembangunan, Djohar Arifin Husain.(amr) (sumber: kemenegpora)

Menpora: Revitalisasi Pramuka Perlu Undang-Undang

Pramuka-On Line, 29 July 2010.
Undang-undang Kepramukaan diperlukan untuk merevitalisasi Gerakan Pramuka agar sesuai dengan minat anak muda zaman sekarang. Selain itu, modul-modul tentang pramuka sudah lama, sehingga perlu diperbarui. Dan RUU Pramuka tersebut, hingga kini tengah digodok di DPR. Demikian ditegaskan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (26/7) saat melepas sekitar 160 anggota Pramuka yang akan mengikuti Jambore Internasional di Amerika Serikat dan Korea Selatan seperti yang dilansir Antara.

Menpora mengatakan, melalui undang-undang, pramuka diharapkan betul-betul kembali direvitalisasi dan menjadi menarik kembali serta menjadi salah satu pilihan utama bagi para pemuda untuk mengaktualisasikan dirinya.

Selain itu, menurut Andi, ada persoalan di pramuka yang harus dibenahi, yaitu pada tingkat penguatan organisasi, tampilannya supaya lebih bagus dan lebih menarik bagi anak muda. Untuk itu diperlukan peran aktif dai semua pihak. "Kita juga mendorong satuan-satuan tugas dan gugus depan berbasis komunitas untuk aktif dalam kegiatan pramuka," katanya.

Untuk merevitalisasi gerakan pramuka itu, menurutnya, pemerintah akan melakukan beberapa langkah, di antaranya adalah mengadakan pelatihan bagi para pelatih kepramukaan. Di mana pelatih itu akan diterjunkan ke tiap gugus depan yang saat ini berjumlah 270 ribu di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan melepas anggota Pramuka ke Jambore Internasional di Amerika dan Korsel, Menpora berharap Pramuka yang mewakili Indonesia dapat memberikan kemampuan dan usaha terbaik. "Karena saya yakin, Pramuka Indonesia tidak kalah dengan Pramuka dan pandu-pandu dari negara lain. Selamat untuk yang pergi Jambore. Insya Allah Pramuka Indonesia semakin jaya dengan prinsip Satu Pramuka untuk Satu Merah Putih," ujarnya.

Andi menambahkan, karakter Pramuka Indonesia yang disiplin, ramah dan terampil serta kuat tetap dipertahankan. "Kita berharap Pramuka menjadi wahana atau pilihan utama orang muda Indonesia untuk mengaktualisasi dirinya. Bagaimana Pramuka Indonesia menjadi role model bagi orang-orang muda Indonesia," katanya.

Menurutnya, sejak tahun ini, Kemenpora telah memberikan dukungan untuk pengembangan Pramuka Indonesia. Dan dalam kegiatan kali ini, pihaknya juga membiayai keberangkatan 18 peserta Pramuka dalam ajang Jambore di Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Namun demikian, menurut Andi, tantangan yang berat saat ini adalah bagaimana membuat Gugus Depan yang jumlahnya mencapai 275 ribu agar tetap berada di garis depan pembentukan generasi depan.

Untuk itu, menurutnya perbaikan Pramuka ke depan tidak sekadar memperbaiki sarana dan prasarana bagi Pramuka, akan tetapi yang paling penting adalah melakukan upaya revitalisasi Pramuka, yaitu bagaimana Gudep mempunyai aktivitas, modul-modul, membuat Pramuka menjadi diminati anak muda. "Bagaimana melibatkan orang tua dalam pramuka termasuk anak-anak muda berbasis komunitas untuk aktif di dalam Pramuka," jelas Menpora. (Sumber Berita: http://www.harian-global)

Minggu, 01 Agustus 2010

Indonesia Raya

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys